RSS

Peradaban Lembah Sungai Gangga (2)

02 Mar

Lembah sungai gangga dengan anak sungainya Yamuna terletak antara Penggunungan Himalaya dan Penggunungan Vindhya.  Sungai Gangga bertemu dengan Sungai Brahmaputra yang bermata air di Penggunungan Kwen Lun. Lembah sungai Gangga merupakan daerah yang subur.

Pendukung peradaban lembah sungai Gangga adalah bangsa Aria yang termasuk bangsa Indo Jerman.

Bangsa Aria memasuki wilayah India kurang lebih tahun 1500 SM melalui Celah Kaiber di Penggunungan Hindu Kush. Mereka berkulit putih, berbadan tinggi, dan berhidung mancung. Mata pencariannya semula berternak, tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di lembah sungai Indus yang subur dan menguasai daerah tersebut, mereka kemudian bercocok tanam dan menetap.

Bangsa Aria menyebut bangsa Dravida anash artinya tidak berhidung atau berhidung pesek dan dasa yang berarti raksasa. Bangsa Arya berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi.

Terjadi kebudayaan percampuran (asimilasi) antara Arya dan Dravida yang melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah sungai Gangga yang kemudian disebut Aryavarta (negeri orang Arya) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu)

Untuk memelihara kemurnian keturunanya, diadakan sistem pelapisan (kasta). Mereka melarang perkawinan campuran dengan bangsa Dravida. Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak, dan kewajiban seseorang dalam masyarakat.

Pembagian golongan atau tingkatan dalam masyarakat Hindu terdiri dari empat kasta atau caturwarna, yakni:

  • Brahmana (pendeta), bertugas dalam kehidupan keagamaan
  • Ksatria (raja, bangsawan, dan prajurit), berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan Negara
  • Waisya (pedagang, petani, dan peternak)
  • Sudra (pekerja-pekerja kasar dan budak)

Selain keempat kasta di atas, ada kasta Paria/Candala atau Panchama yang berarti “kaum terbuang”

Agama Hindu sebenarnya merupakan Sinkretisme (percampuran) antara kepercayaan bangsa Aria dengan kepercayaan bangsa Dravida.

Kepercayaan Hindu bercorak polytheisme dan mengakui tiga dewa tertinggi yang disebut Trimurti yakni: Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pemelihara/pelindung), dan Syiwa (dewa perusak).

Selain Trimurti dikenal juga sejumlah dewa, seperti Saraswati (dewi pengetahuan dan seni), Lakshmi (dewi keberuntungan), Ganesha (dewa pengetahuan dan penolong), Surya (dewa matahari), Candra (dewa bulan), Indra (dewa Guntur), Agni (dewa api), Baruna (dewa air), Bayu (dewa angin), Pertiwi (dewa bumi), dan Yama (dewa kematian).

Inti ajaran Hindu didasarkan pada Karma, reinkarnasi, dan moksa.

  • Karma, ialah perbuatan baik buruk dari manusia ketika hidup di dunia yang menentukan kehidupan berikutnya
  • Reinkarnasi ialah penjelmaan kembali kehidupan manusia sesuai dengan karmanya. Bila seseorang berbuat baik akan lahir kembali ke tingkat yang lebih tinggi. Sebaiknya bila berbuat jahat akan lahir kembali ke tingkat yang lebih rendah
  • Moksa adalah tingkatan hidup tertinggi yang terlepas dari ikatan keduniawian atau terbebas dari reinkarnasi

Kitab suci agama Hindu

  • Weda (pengetahuan) yang terdiri dari  4, yakni Reg Weda, Attarwa Weda, Yayur Weda, dan Samma Weda
  • Kitab Brahmana, merupakan tafsir kitab Weda
  • Upanisad berisi ajaran untuk menghindarkan diri dari samsara

Agama Buddha diajarkan oleh Siddarta Gautama. Siddharta berarti orang yang mencapai tujuannya. Ia juga disebut Buddha artinya orang yang telah mencapai bodhi (wahyu), orang-orang yang telah memperoleh penerangan (kesadaran), atau disebut Jina artinya orang yang telah mencapai kemenangan. Di samping itu, ia juga disebut Sakyamuni artinya orang bijaksana dari dinasti Sakya Gautama

Para pemeluk agama Buddha mempunyai ikrar yang disebut Tri Sarana atau Tri Dharma, artinya tiga tempat berlindung, yaitu berlindung kepada Buddha, Dharma dan Sanggha (Tri Ratna atau tiga mutiara).

Menurut Dharma ada empat kebenaran utama dan delapan jalan keutamaan atau kebenaran yang disebut hastavidha.

Keseluruhan ajaran Buddha kemudian dilakukan dalam kitab Tripitaka. Ajaran agama Buddha terbagi menjadi dua aliran yaitu Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana.

Ada empat tempat yang dianggap suci oleh umat Buddha, karena berhubungan dengan kehidupan Sidharta, yaitu:

  1. Taman Lumbini (Kapilawastu) tempat kelahiran Buddha (563 SM)
  2. Bodh Gaya yaitu tempat Sidharta menerima penerangan
  3. Benares (Taman Rusa) yaitu tempat pertama kali Sang Buddha mengajarkan ajarannya
  4. Kusinagara yaitu tempat Sang Buddha wafat (482 SM)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 2, 2012 in sejarah, Tugas Sekolah

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: