RSS

Cerita Kucing

23 Okt
Gara-gara melihat anak nya peor, otakku kembali berputar mengingat kucing-kucing yang pernah ada di sekitar lingkungan ku.Saat itu aku berada di kelas 3 SD.Disekitar lingkungan ku banyak orang yang menyukai kucing selain diriku.Terutama tetangga sekaligus sepupu ku yaitu keluarga Lia.Kakak Lia sering memberi nama kucing agar lebih mudah mengingatnya.
Dimulai pada tahun 2005,saat itu ada Habibi (cewek,putih hitam coklat) yang sering menetap dirumah Lia sehingga dipelihara olehnya.Ada juga Bubu (cewek,putih) yang dirawat oleh tetanggaku Faris hingga Bubu disuntik anti rabies agar tetap terjaga kesehatannya.Dan ada 2 kucing lagi yang sering berpindah-pindah tempat yaitu Oren (cowok,oranye) yang sering kerumahku lewat atap dan mencuri ikan sehingga seisi rumah pun heboh (hahaha :)) dan Pujiket (cowok,hitam putih) yang tidak kami senangi karena sering mengganggu Habibi,Pujiket lebih sering kerumah Faris (mungkin dikarenakan Bubu).Habibi melahirkan 3 ekor anak yaitu Pudel,Mawar dan Melati.Sayangnya Mawar dan Melati tidak berumur panjang dan hanya Pudel yang tersisa.Ada cerita yang tidak pernah aku lupakan.Ketika itu Pudel melahirkan 3 anak (semua anaknya tidak berumur panjang), Karena merasa terlalu banyak kucing, Habibi dipindahkan ke pasar 16,kurang lebih satu minggu hal yang tak terduga telah terjadi.Habibi kembali!!🙂 begitu hebohnya kami hingga rasa kesenangan telah tertumpah.Tapi suatu saat Habibi pun hilang dan disusul anaknya Pudel L.Oren pun pergi entah kemana.Sehingga yang tersisa hanyalah Bubu dan Pujiket.
 Awal tahun 2006 dikejutkan dengan kedatangan kucing yang berwarna seperti Habibi.Kami mengira itu Habibi tetapi setelah diselidiki ternyata itu bukan Habibi😦.Ayuk Bun memberi nama Belang (cewek,hitam putih cokelat) karena warnanya yang belang beleng (hahaha :)) Belang terkadang kerumahku terkadang juga kerumah Lia, tetapi Belang lebih dominan kerumahku dikarenakan di ketiaknya ada koreng yang gatal sehingga dia sering menghangatkan diri diatas mobil yang baru dimatikan mesinnya dikarenakan panas dari mesin itu dapat menghilangkan gatal.Karena keseringannya yang tidur diatas mobil, orang dirumahku marah karena koreng diketiak Belang menempel diatas mobil (hehe :)).Sehingga saat itu Belang beserta kemplang (makanan kesukaan Belang) dimasukkan kedalam karung beras (katanya jika kucing dimasukkan kedalam karung tidak akan kembali lagi😦 ) dan dipindahkan ke 4 ulu.Belang pun telah melahirkan 4 anak yang sangat kecil.Karena kami sering melihat anak Belang, Belang memindahkan anaknya dengan cara menggigit lehernya.Karena terlalu sering digigit lehernya, anak-anaknya belang sudah tidak bernyawa lagi.Ada yang lehernya putus,ada yang tinggal kepalanya dan ada yang dimakan hewan lain (hiks😦 ).
Pertengahan tahun 2006,Bubu melahirkan 3 anak yaitu lulabi(cowok,putih abu-abu),lolobi(cowok,putih abu-abu) dan yang satunya tidak ada namanya karena terlalu cepat wafat (innalillahi wainnailahi roji’un).Pujiket pun berubah nama menjadi Dudu karena kata kakaknya Lia Pujiket itu jelek namanya hehe.Pada awal 2007, datanglah 2 sejolly yang bernama Beben (cowok,putih) dan Nabila (cewek,oranye putih).Beben merupakan kucing pertama yang memiliki mata berwarna biru di area lingkungan kami.Mereka pun diasuh oleh keluarga Lia.Keberhasilan pun tampak dari besarnya badan Beben dan Nabila.Dan pada suatu hari mereka pun pergi entah kemana😦.Sehingga yang tersisa hanyalah Bubu,Dudu,Lolobi dan Lulabi.
Saat itu aku dan lia melihat seekor anak kucing berwarna abu-abu dikantin.Aku pun membawa kucing itu pulang (setelah diizinkan oleh pemilik kantin).Ketika di angkot, semua mata tertuju pada kami.Aku membawa kucing itu dengan kantong kresek.Kami pun setuju untuk memberinya nama Grey Karena warnanya yang abu-abu.Pada suatu hari kaki Grey terlindas mobil sehingga membuat Grey berjalan pincang dan pada akhirnya Grey pergi tanpa pamit (katanya kalau kucing mau mati dia pergi karena tidak ingin membuat orang sedih😦 ).
Pada tahun 2008, muncullah Ucuk(cewek,putih hitam coklat) kami memberi nama Ucuk karena ketika kami menemukannya kami melihat kotoran yang lengket di bulu nya (haha :)).Ada satu lagi kucing yang bernama Ape Tongseng(cowok,hitam putih) kami memberi nama Ape Tongseng (ada juga yang memanggil buneng) karena matanya yang seperti orang Cina.Ucuk melahirkan 4 anak yaitu Uci (-,oranye putih),Iteng (cewek,hitam putih coklat), Belekan (-,oranye putih) dan Nabil(cowok,oranye putih),sesungguhnya nama asli Nabil adalah Nabila yang kami kira cewek,ternyata Nabila itu cowok sehingga kami mengubah namanya menjadi Nabil.Ucuk sangat menyayangi anaknya.Mereka diasuh oleh keluarga Lia.Mereka tumbuh pesat.Dan pada saat itu mereka pergi satu persatu dimulai dari Uci dan Iteng.Belekan ketika wafat ditemukan oleh keluarga Lia pada saat subuh,badannya mengeras dan Nabil duduk disebelahnya sambil meratapi Belekan😦.Tinggallah Nabil seorang diri.
Tahun 2009, Ape Tongseng entah pergi kemana tak ada kabar dan muncullah Peor:Ape Oranye(cewek,oranye putih) pengganti Ape Tongseng.Pada tahun inilah ada peristiwa yang tidak akan pernah ter lupakan.Dudu dan Bubu merupakan kakek dan nenek moyang kucing di area kami karena merekalah kucing yang terlama tinggal di tempat kami.Ketika itu Dudu sedang mengalami sakit kronis (koreng yang hampir merajalela ditubuhnya) sehingga dia sering menghangatkan tubuhnya dibawah mobil (kalau Belang diatas mobil) semakin hari wajah Dudu semakin seram karena tertutup korengnya.Pada akhirnya Dudu pun wafat😦.Kami takkan pernah melupakannya.
Awal tahun 2010, muncullah 2 ekor kucing (anggora mix Persia) dirumah kami), kami beri nama Cemoy (cowok,abu-abu putih) dan kitty buju (cewek,putih hitam coklat).Mereka kakak beradik yang ku dapatkan dari teman ibuku.Sebulan kemudian Cemoy dikembalikkan ke tempat asalnya, karena cemoy terlalu nakal.Ternyata teman ibuku yang lain ingin meminta nya dan diberilah cemoy kepadanya.Setelah dalam perjalanan,teman ibuku mengembalikkan cemoy kepemilik aslinya.Dia berpikir mengurus kucing terlalu repot dan membutuhkan budget yang besar.Yang saya dengar,Cemoy telah wafat 😦 karena terserang kutu yang sangat dashyat.
Sekarang sudah pertengahan 2011.Kucing yang tersisa hanyalah,Buju yang berada dirumahku,Nabil yang berada dirumah Lia,Lulabi yang berpindah-pindah tempat karena Faris membawa Bubu dan Lolobi pindah rumah sehingga Lulabi pun ditinggalkan.Peor bersama 6 anaknya yang baru lahir disebelah rumah Lia dan Ucuk yang entah kemana dan kadang-kadang kembali kesini.Itulah riwayat kucing yang pernah ada di benak kami.Takkan pernah kami lupakan karena itu merupakan memoriam tersendiri bagi kami🙂.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 23, 2011 in Kucing

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: